Selasa, 07 Agustus 2012

Ini adalah Nikmat

Ini Adalah Nikmat Dari Rabbku Sebagai Ujian Bagiku



قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

“Berkatalah Sulaiman, “Ini termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia” (QS. An-Naml: 40)
Tak ada manusia yang diberi karunia dunia lebih hebat dari apa yang diberikan kepada Nabi Sulaiman alaihis salam. Beliau menjadi raja diraja manusia, rakyatnya meliputi manusia, jin, burung dan hewan-hewan lainnya. Angin juga ditundukkan Allah untuk mengikuti perintahnya. Allah mengabulkan permohonannya,
“Rabbi, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”. Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya.” (QS Shad 35 – 36)
Istana beliau megah dan indah luar biasa. Imam al-Qurthubi menyebutkan riwayat dari Wahab bin Munabih, bahwa istana beliau seribu lantai tingginya, bagian bawahnya besi dan bagian atasnya terbuat dari kaca. (Tafsir al-Qurthubi 15/205)
Tidak Angkuh, Meski Kaya dan Bertahta

Hati Berkah

HATI CERAH DI BULAN BERKAH



Ramadhan di ambang pintu. Banyak ragam sikap dan cara manusia saat menyambut kedatangannya. Ada yang biasa-biasa saja, ada yang sedih dengan kedatangannya, dan banyak orang bergembira menyambutnya.
Bagi seorang muslim yang memahami musim kebaikan, Ramadhan adalah momen yang selalu istimewa di setiap tahunnya. Hadirnya, selalu membawa semangat baru dan komitmen untuk memperbaiki ibadah dan ketaatan.

Kuatkan Tekad Menyambut Bulan Berkah

Seberapa optimal seseorang dalam memanfaatkan momen Ramadhan, bukan semata bergantung pada kekuatan fisik atau banyaknya konsumsi nutrisi dan gizi. Justru penopang utamanya lebih dominan pada kekuatan hati. Banyak orang bertubuh kekar, stamina prima dan masih muda, namun tak sedikit yang merasakan berat dan payah menjalani shaum. Merasa kewalahan juga untuk berdiri shalat malam secara rutin, tidak pula sanggup bersabar untuk mengkhatamkan al-Qur’an.  Karena problemnya adalah lemahnya kemauan dan kekuatan hati.
Kesungguhan ibadah terwujud ketika diawali dengan adanya tekad atau ‘aziimah. Yakni istijma’u quwwatil iraadah ’alal fi’li, menghimpun kekuatan kehendak untuk berbuat. Sehingga orang yang memiliki tekad tidak ingin membiarkan dirinya berleha-leha atau tertinggal dari suatu keutamaan.

Senin, 30 Juli 2012

Ukhti Belgia

KISAHKU DIPERLAKUKAN KEJAM OLEH POLISI BELGIA






Arrahmah.com -  Pada (31/5/2012) di Belgia, seorang Muslimah ditangkap oleh polisi karena memakai niqab (cadar), Muslimah itu tiba-tiba didatangi oleh polisi dan dan diminta untuk membuka cadarnya untuk pemeriksaan identitas, namun setelah pemeriksaan identitas, polisi tetap memaksa Muslimah itu untuk dibawa ke kantor polisi. Di kantor polisi, ia dicaci maki, pakaiannya dirobek-robek, dan dipukuli hingga ia mengalami gegar otak dan luka-luka yang mengharuskan ia dirawat di rumah sakit.
Berikut ini ia menceritakan fakta bagaimana insiden itu terjadi hingga ia harus dibawa ke gawat darurat. Diterjemahkan dari video dan transkrip yang dipublikasikan oleh Izharudeen.com.
Cerita berikut mungkin hanya satu dari sekian kasus diskriminasi dan kekejaman yang terjadi di Eropa terhadap saudari-saudari kita yang memakai niqab.
***

Syuraih Al Qodhi

SYURAIH AL QODHI






Hari itu, amirul mukminin Umar bin Khathab r.a. membeli seekor kuda dari seorang dusun. Setelah membayarnya, beliau menaiki kuda tersebut dan bermaksud pulang menuju rumahnya. Namun tak seberapa jauh dari tempat itu, tiba-tiba kuda tersebut menjadi cacat dan tak mampu melanjutkan perjalanan. Maka Umar membawanya kembali kepada si penjual seraya berkata:

Umar, “Aku kembalikan kudamu, karena ternyata dia cacat.”

Penjual, “Tidak wahai amirul mukminin, tadi aku menjualnya dalam keadaan baik.”

Umar, “Kita cari seseorang yang akan memutuskan permasalahan ini.”

Penjual, “Aku setuju, aku ingin Syuraih bin Al-Harits Al-Kindi menjadi hakim bagi kita berdua.”

Sa'id Bin Jubair

SA'ID BIN JUBAIR







Badannya kekar, sempurna bentuk tubuhnya, lincah gerak-geriknya, cerdas otaknya, jenius akalnya, antusias terhadap kebajikan dan menjauhi dosa. Meski hitam warna kulitnya, keriting rambutnya dan asalnya dari Habsy, namun tidaklah jatuh rasa percaya dirinya untuk menjadi manusia yang istimewa, apalagi umurnya masih muda.

Pemuda yang beasal dari Habsyi asli dan menjadi warga Arab ini sadar betul bahwa ilmu jalan yang bisa mengantarkan kepada Allah. Dan takwa adalah jalan yang menuntunnya ke surga. Oleh sebab itu dijadikannya takwa di sisi kanannya dan ilmu di sisi kirinya. Keduanya dipadukan dengan ikatan yang erat.

Dengan dua hal tersebut beliau mengarungi samudera kehidupan tanpa berleha-leha dan berpangku tangan. Sejak beliau masih muda, orang-orang telah mengenalnya sebagai pemuda yang akrab dengan buku-buku yang ia baca. Atau jika mereka tidak mendapatkannya sedang membaca buku, maka beliau tengah di mihrabnya untuk beribadah. Itulah dia manusia pilihan di zamannya, Sa’id bin Jubair.

Kotak Hitam dan Muadzin Mesir

KOTAK HITAM DAN MUADZIN MESIR



Hidayatullah.com--“Para muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya nanti pada hari kiamat.”(HR. Muslim). Maksudnya, tatkala manusia sudah berdesak-desakan dan ketika keringat-keringat manusia sudah membanjiri mereka, bahkan ada yang keringatnya setinggi mulutnya, maka muadzin selamat dari semua itu karena lehernya yang panjang. (Syarh Muslim: 4/333, karya An-Nawawi). Namun apa jadinya, jika tugas muazdin yang mengumandangkan adzan di masjid-masjid diganti dengan sebuah kotak hitam kecil. Maka akan hilanglah keutamaan yang mereka harap-harap itu, berikut pahala dari Allah di hari akhir nanti.
Pada era Husni Mubarak, pemerintah Mesir memberlakukan ketentuan penyatuan adzan untuk wilayah Kairo. Tujuannya, mengurangi suara bising yang keluar dari pengeras suara masjid ketika waktu shalat tiba. Jika proyek percontohan itu lancar, maka akan diterapkan di seluruh penjuru negeri.
**
Pada suatu hari Kamis di bulan Agustus 2010, insinyur-insinyur dari perusahaan kontraktor pemerintah Arab Agency for Production, mendatangi masjid-masjid yang terletak di daerah Heliopolis, Kairo. Mereka membawa kotak-kotak hitam kecil yang tertera tulisan “Kementerian Wakaf” dalam warna putih.

Sabtu, 28 Juli 2012

Mau Lebih Irit?

MAU LEBIH IRIT? MENIKAHLAH ..!!!


Hidayatullah.com—Banyak orang manunda dan takut menikah lantaran khawatir menambah biaya, fakta menunjukkan,   menikah cara terbaik untuk menghemat uang, demikian penelitian terbaru yang dimuat Time of India, Ahad (22/07/2012). Karena kehidupan pernikahan umumnya mendorong pengorbanan dan penghematan daripada melakukan pengeluaran semena-mena.

Berdasarkan sebuah penelitian baru-baru ini di Inggris, para peneliti menemukan bukti bahwa pasangan yang telah menikah umumnya memang dapat melakukan penghematan. Mereka umumnya dapat menghemat sekitar 68 Pound per bulan dan mencapai 800 Pound per tahun.

Dalam pernikahan akan muncul ide memiliki target bersama seperti menabung untuk membeli rumah, untuk biaya keluarga, atau membangun rumah. Keinginan-keinginan tersebutlah yang akan memicu pasangan agar menjadi lebih irit dalam pengeluaran.

Sekitar 57 persen peserta uji coba pun mengatakan, suami atau istri berperan dalam melakukan prosese penghematan itu.
"Hal yang baik melihat orang-orang yang berhubungan saling memotivasi satu sama lain untuk menyimpan sejumlah besar uang," ungkap John Prout dikutip Daily Mail.

Bagi sebagian orang, pengaruh pasangan mereka memiliki efek dramatis. Satu dari lima pasangan mengaku bisa menghemat sedikitnya 200 Pound lebih per bulan dan mencapai 2.400 Pound selama setahun.

Dalam hal ini, kaum pria yang senang menghabiskan uang untuk otomotif atau keluar malam akan sedikit tertekan saat hidup bersama pasangan. Namun mereka akan terbiasa dengan sendirinya, setelah melakukan adaptasi.