Sabtu, 06 September 2014

Dosa Dan Peleburnya


DOSA DAN PELEBURNYA

Setelah Allah I menciptakan Adam u dan istrinya Hawa, Allah I memberi ultimatum kepada mereka untuk tidak mendekati pohon larangan. Awal mula mereka sangat ta’at dengan perintah ini tapi ketika mereka mendapat godaan dari musuh nomor wahid manusia yaitu iblis, mereka lalai dan tergoda dengan bujuk rayunya. Dilanggarlah larangan tersebut sehingga hal ini menyebabkan Adam u dan Hawa berdosa, dan karena dosa inilah mereka dikeluarkan dari jannah.
            Dari kisah diatas kita ketahui bahwa dosa adalah penyebab murka Allah I, dan hal ini terjadi apabila perintah ataupun larangan Allah I dilanggar oleh hamba-Nya. Oleh karena itu kami di sini akan sedikit membahas permasalah dosa, macam-macamnya, dan peleburnya. Insya Allah…..

Bacaan Dalam Meruqyah

AYAT-AYAT RUQYAH SYAR'IYYAH

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ ﴿٦﴾ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ ﴿٧﴾
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
الم ﴿١﴾ ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿٣﴾ والَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ﴿٤﴾ أُوْلَـئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٥﴾

Keuntungan Merokok


KEUNTUNGAN MEROKOK

KH. Abdullah Gymnastiar di dalam bukunya “27 Kisah Hikmah Aa Gym”  menyebutkan banyak orang yang menggembar-gemborkan bahaya merokok. Padahal sebenarnya dibalik itu semua ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari merokok. Pertama, terhindardari kemalingan, karena setiap kali maling masuk ke rumah seorang perokok, dia merasa terganggu oleh suara “Uhuk-uhuk” pemilik rumah karena paru-parunya sakit. Batuknya terus terdengar sepanjang malam, akhirnya si maling mengurungkan niatnya karena merasa terganggu.
Kedua, terbebas dari kejaran anjing. Baru saja beberapa meter berlari, seorang perokok merasa kecapekan akhirnya berhenti sejenak dengan berjongkok. Kontan saja anjing itu mundur menghentikan pengejaran karena mengira orang itu akan mengambil batu dan melemparnya.

Ketiga, terbebas dari ancaman masa tua. Menurut para ahli, banyak para perokok yang mati muda. Katanya, rokok itu menyerang organ tubuh yang paling rawan seperti jantung, paru-paru dan terutama merusak mata .......... pencaharian. J  Semoga kita bisa menjauhinya.

Kamis, 28 Agustus 2014

Jual barang yang tidak dimiliki

HUKUM MENJUAL BARANG YANG TIDAK DIMILIKI


Salah satu bentuk jual beli yang dilarang dalam Islam adalah seseorang yang menjual barang yang bukan miliknya. Larangan ini meliputi tiga hal:
1. Larangan menjual sesuatu yang bukan miliknya. 
Larangan ini berdasarkan hadist Hakim bin Hizam, beliau pernah bertanya pada Rasulullah:

يَا رَسُولَ اللَّهِ يَأْتِينِي الرَّجُلُ فَيَسْأَلُنِي الْبَيْعَ لَيْسَ عِنْدِي أَبِيعُهُ مِنْهُ ثُمَّ أَبْتَاعُهُ لَهُ مِنْ السُّوقِ قَالَ لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ
“Wahai Rasulullah, ada seseorang yang mendatangiku seraya meminta kepadaku agar aku menjual kepadanya barang yang belum aku miliki, dengan cara terlebih dahulu aku membelinya untuknya dari pasar?” Rasulullah menjawab, “Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu .” (Shahih, HR Abu Daud, Tirmidzi, Nasai, dan Ibnu Majah).

Ibrahim bin Adham

KISAH IBRAHIM BIN ADHAM DENGAN SEORANG LELAKI

Seorang laki-laki mendatangi Abu Ishaq Ibrahim bin Adham Rahimahullah, lalu berkata, “Wahai Abu Ishaq, saya adalah orang yang melampaui batas, suka berbuat dosa, maka berilah saya nasehat agar bisa selamat.”
Ibrahim menjawab, “Jika kamu menerima lima syarat dan mampu memenuhinya minimal satu saja, maka tidak mengapa kamu bermaksiat.” Orang itu pun bertanya, “Apa itu wahai Abu Ishaq?”
Ibrahim : “Pertama, jika kamu ingin bermaksiat kepada Allah, maka janganlah sekali-kali  makan dari rezeki-Nya!”
Laki-laki itu menyergah, “Lantas saya harus makan apa? Sedangkan segala yang ada dipermukaan bumi ini semua adalah rizki dari-Nya.
Ibrahim : “Wahai kisanak, apakah pantas kamu makan rejeki-Nya sementara kamu mendurhakai-Nya?”
Laki-laki : “Tentu tidak, terus apa syarat yang kedua?”

Sabtu, 23 Agustus 2014

Jual Beli Gharar

JUAL BELI GHARAR

Pengertian Gharar 
Gharar atau al-gharar secara bahasa berarti al-mukhatharah (pertaruhan) dan al-jahalah (ketidak jelasan).
Secara istilah, jual beli gharar adalah jual beli atau akad yang mengandung unsur penipuan karena tidak adanya kejelasan suatu barang baik dari sisi harga, kualitas, kuantitas, maupun keberadaannya.

Al- Khattabi menjelaskan dalam Ma’alim as- Sunan (III/672), “Asal gharar adalah segala sesuatu yang Anda tidak mengetahuinya, dan tersembunyi rahasianya…, maka setiap jual beli yang tujuannya masih samar-samar dan belum diketahui serta tidak bisa diserahterimakan barangnya maka termasuk jual beli gharar.”

Jumat, 21 Juni 2013

Jujur


Manisnya Buah Kejujuran

Kejujuran bukanlah sesuatu yang bersifat kondisional. Ia adalah sesuatu yang menghunjam di dasar hati. Inti kejujuran adalah engkau berkata jujur di wilayah yang jika seseorang berkata jujur, ia tidak akan selamat kecuali berdusta. (al-Junayd bin Muhammad)
Hati para wanita yang ditinggal oleh para sahabat yang berangkat ke medan Tabuk harap-harap cemas. Sebab pasukan yang bisa jadi mereka hadapi kini adalah pasukan Bani Ashfar, salah satu dari dua kekuatan super power saat itu.
Hati Ka’ab bin Malik juga gelisah. Tetapi tidak seperti kegelisahan para wanita Madinah. Ketidakberangkatannya kali ini adalah yang pertama sejak dia tertinggal dalam perang Badar. Dia telah tergoda oleh hawa nafsunya. Saat para sahabat berkemas-kemas untuk berangkat ke medan Tabuk, dia mengunci diri di dalam rumahnya. Ini musim buah-buahan dan pepohonan rindang menenteramkan, pikirnya. Ketika semua pasukan telah berangkat, barulah Ka’ab keluar rumah. Tak ada lelaki yang dijumpainya selain orang-orang yang tampak jelas kemunafikannya dan orang-orang lemah yang tidak memiliki kemampuan untuk berperang. Hati Ka’ab semakin gelisah.