Kamis, 16 Mei 2013

Al Quran Menjadikan Hidup ...


Al-qur’an, Menjadikan Hidup Seperti Di Istana Syurga

Ummu Hafizh – Syahidah

Kita semua telah memahami bahwa Allah mengutus para nabi sesuai dengan kondisi kaumnya pada masa itu. Kita ketahui bahwa mukjizat utama Nabi Musa adalah sebuah tongkat. Dengan tongkat itu Nabi Musa memukul air laut sehingga laut tersebut  terbelah, dan hal ini sangat menakjubkan.
Begitu juga mukjizat Nabi Ibrahim yang tidak terbakar ketika diletakkan oleh Raja Namrudz di atas api yang menyala, dan masih banyak lagi kisah para nabi beserta mukjizat yang Allah berikan kepada masing-masing nabi.
Mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad bukanlah seperti mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada nabi-nabi terdahulu. Mukjizat-mukjizat sebelumnya berakhir seiring dengan berakhirnya hidup para nabi. Dengan wafatnya para nabi tersebut, maka mukjizat yang Allah berikan kepada mereka pun lenyap dan berakhir. Sementara mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad yaitu Al-qur’an tidak akan lenyap sampai hari kiamat. Karena Al-qur’an merupakan petunjuk untuk menuntun manusia memasuki istana syurga Allah sampai akhir zaman.

Kamis, 14 Maret 2013

Dengan Ilmu

Mengikuti Orang Lain Tanpa Ilmu Adalah Kejahatan

Pernahkah Anda mengikuti pendapat orang lain dan mempercayainya, padahal Anda sebenarnya tidak memiliki pengetahuan apa-apa tentang itu? Bila persoalannya menyangkut hak orang lain, tentu lebih berbahaya akibatnya, baik di dunia maupun di akhirat. Allah berfirman terkait persoalan ini:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al-Isra`: 36)

Selektif Berkata dan Berbuat
 
Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna ayat di atas ialah Allah Ta’ala melarang ucapan yang tidak didasari ilmu. Yaitu hanya berlandaskan dugaan yang merupakan perkiraan dan terkaan-terkaan pikiran (khayalan) belaka. Allah berfirman, “Jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah

Perbuatan Rasul

PERBUATAN RASULULLAH

Banyak umat Islam, bahkan di kalangan para aktifis muslim, yang tidak memahami secara utuh tentang perbuatan Rasulullah saw. Mereka menganggap bahwa setiap yag dikerjakan oleh Rasulullah saw wajib atau disunnahkan untuk diikuti. Padahal kalau kita kaji secara seksama masalah tersebut, ternyata para ulama merincinya dan sampai pada kesimpulan bahwa tidak setiap apa yang dikerjakan oleh Rasulullah saw, kita serta harus mengikutinya, baik yang bersifat wajib maupun sunnah.
Tulisan di bawah ini, walaupun masih bersifat global dan tidak terperinci, tapi mudah-mudahan memberikan pencerahan bagi kita semua. Pada awalnya tulisan ini adalah transkip dari pelajaran yang disampaikan penulis kepada para mahasiswa dan mahasiswi pada tanggal 11 Mei 2010 di Pesantren Tinggi Isy Karima program S1 untuk Tahfidhul Qur’an dan Dirasat Islamiyah, Tawangmangu, Karang Anyar, Surakarta, Jawa Tengah.
Perbuatan Rasulullah saw bisa dibagi menjadi tiga :

3 Jalan Keselamatan


3 Jalan Keselamatan

Suatu hari ada seorang sahabat ('Uqbah bin 'Aamir) datang kepada rasulullah saw dan bertanya :
يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا النَّجَاةُ  ؟
"Wahai rasulullah apa yang bisa membuat diriku tenang, tentram, enjoy, serta selamat baik dunia maupun akhirat ?"
قَالَ أَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ
Rasulullah saw menjawab : "(Amsik 'alaika lisanak) Jagalah lisanmu, (Walyasa'ka baituk) luaskanlah rumahmu, (Wabki 'ala khathi'atik) dan tangisilah perbuatan salahmu." (Diriwayatkan Turmudzy)
Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan bahwa jalan, manhaj, konsep, cara agar seseorang itu selamat sehingga merasa tenang, tentram, dan tuma'ninah dalam menghadapi segala permasalahan ada tiga perkara :
      1.      Menjaga lisan.
Lisan itu bagaikan kuda, keduanya bisa mencelakakan dan bisa menyelamatkan pemiliknya. Hingga kemudian apabila seorang faaris (penunggang kuda) sembarang naik tanpa mengetahui kaifiyah (cara) mengendalikan tunggangannya maka ia akan mudah terlempar jatuh dari kudanya tadi. Begitu pula lisan, jika seseorang sembarangan dalam menggunakan lisannya tanpa ada kendali niscaya ia akan mengalami banyak kekeliruan dan kesalahan

Kamis, 07 Februari 2013

Tetap Mulia

TETAP MULIA WALAU TERUS DIHINA
Abu Hafizh Al Bukhari



إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ ﴿٥١﴾ يَوْمَ لَا يَنفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ ﴿٥٢﴾
“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (yaitu) hari yang tiada berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah la`nat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.” (QS. Ghafir : 51-52)

Di penghujung tahun 2012 lalu, masih segar dalam ingatan kita ulah Sam Bacile seorang sutradara film dari negeri Paman Sam  membuat film The Innocence of Muslim yang isinya benar-benar melecehkan Nabi Muhammad. Film yang diperkirakan menghabiskan US$ 5 juta (Rp. 47,9) akhirnya menuai protes dari berbagai negara. Begitulah para pembenci Rasulullah akan senantiasa ada dari masa ke masa, silih berganti menghiasi lembaran-lembaran sejarah peradaban Islam. Substansi yang dibawa sama yaitu mencitrakan Rasulullah dalam sudut pandang yang negatif, tetapi dimainkan dengan pemain-pemain yang berbeda. Diawal-awal kemunculan Islam  ada tokoh-tokoh besar pembenci Nabi seperti Abu Jahal, Abu Lahab, Umayyah bin khalaf dan lain-lain, sebagian tokoh mereka ada yang membenci di awal-awalnya namun happy ending dengan keislaman dan tidak sedikit pula yang mati tetap dalam kekafiran. Kemudian beberapa dasawarsa sebelum abad kedua puluh

Hidup Mulia Sepanjang Masa

HIDUP MULIA SEPANJANG MASA
Abu Hafizh Al Bukhari




Tinggi dan mulia, begitulah kira-kira Al-Qur’an melukiskan Islam ini. Kedudukan Islam jauh di atas syariat-syariat lain dan bahkan mengungguli berbagai keyakinan apapun yang ada di dunia ini. Meskipun ummatnya sedang terpuruk, atau dikalahkan oleh musuhnya tak berarti bahwa Islam menjadi rendah.
Allah  Swt berfirman yang artinya, “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran : 139)
Ayat ini turun setelah perang Uhud. Pada waktu itu, kaum muslimin diselimuti duka setelah mengalami kekalahan perang. Secara psikologis mereka terpukul dengan syahidnya 70 orang sahabat. Yang lebih menyakitkan lagi, hal itu terjadi karena  sekelompok pasukan melanggar perintah Nabi Saw. Tidak hanya seluruh pasukan yang berduka, melainkan kota Madinah pun juga menjadi kelabu. Lalu Allah menghibur seluruh kaum muslimin dengan menurunkan ayat ini sebagai motivasi dan pengangkat ruhiyah kaum muslimin. Sehingga apapun yang terjadi kaum muslimin tetap berada di atas kemuliaan.Konsep mulia di dalam Islam tidaklah dipandang dari sudut keduniawian  belaka.

Selasa, 08 Januari 2013

Tafsir Ibnu Katsir dan Lainnya

Assalamualaikum Ikhwan sekalian. 

Kali ini ana ingin berbagi file lagi tentang tafsir quran semoga bermanfaat dan dapat menjadi sedekah jariyah bagi siapapun yang terkait dalam penyebaran ilmu Islam. Selamat menikmati



Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 …..(34,6 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 2 …..(25,9 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 3 …..(13,1 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 4 …..(15,3 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 5 …..(16,3 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 6 …..(22,8 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 7 …..(18,1 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 8 …..(15,3 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 9 …..(17,4 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 10 …..(5,03 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat At Taubah (Juz 11) …..(10,2 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Yunus (Juz 11) …..(4,82 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Huud (Juz 12) …..(5,34 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Yusuf (Juz 12) …..(5,02 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 13 …..(4,7 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 14 …..(4,16 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 15 …..(7,74 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Kahfi (Juz 16) …..(5,04 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Maryam (Juz 16)…..(1,17 MB)