Al-qur’an, Menjadikan Hidup Seperti Di Istana
Syurga
Ummu
Hafizh – Syahidah
Kita semua telah memahami bahwa Allah
mengutus para nabi sesuai dengan kondisi kaumnya pada masa itu. Kita ketahui
bahwa mukjizat utama Nabi Musa adalah sebuah tongkat. Dengan tongkat itu Nabi Musa
memukul air laut sehingga laut
tersebut terbelah, dan hal ini sangat menakjubkan.
Begitu juga mukjizat
Nabi Ibrahim yang tidak terbakar ketika diletakkan oleh Raja Namrudz di atas
api yang menyala, dan
masih banyak lagi kisah para nabi beserta mukjizat yang Allah berikan kepada
masing-masing nabi.
Mukjizat yang
Allah berikan kepada Nabi Muhammad bukanlah seperti mukjizat-mukjizat yang diberikan
kepada nabi-nabi terdahulu. Mukjizat-mukjizat sebelumnya berakhir seiring
dengan berakhirnya hidup para nabi. Dengan wafatnya para nabi tersebut, maka
mukjizat yang Allah berikan kepada mereka pun lenyap dan berakhir. Sementara
mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad yaitu Al-qur’an tidak akan
lenyap sampai hari kiamat. Karena Al-qur’an merupakan petunjuk untuk menuntun manusia
memasuki istana syurga Allah sampai akhir zaman.





