Senin, 11 Juni 2012

Ibu Menyusui

 Penelitian: Ibu Menyusui Ternyata Lebih Langsing Kembali



Hidayatullah.com—Di era modern, banyak kaum ibu menghindari menyusui anaknya. Padahal manfaat menyusui justru lebih banyak. Di antaranya adalah membuat mereka lebih cepat langsing kembali. 

Hal itu dikatakan dr. Dyah Purnamasari, Sp.PD, dari Divisi Metabolik dan Endokrin Departemen Penyakit Dalam FKUI.

Hal itu disampaikannya kepada media, usai menjadi pembicara dalam media edukasi bertemakan penyakit kardiovaskular dan diabetes, di Jakarta, Kamis (11/05/2012).

"Pada saat ibu memberikan ASI ekslusif, itu berarti dia sudah mengurangi timbunan lemak yang memang dicadangkan tubuh pada ibu hamil," ujarnya dikutip detik.com.

Lemak tersebut, lanjutnya, memang disiapkan tubuh untuk bekal menyusui bayinya.

Lemak tersebut akan digunakan dalam memproduksi ASI, sehingga bila tidak menyusui, maka lemak yang tidak terpakai akan tetap tertimbun, kata Dyah.

"Nah, ASI yang tidak diberikan akan mengendap, otomatis bobot tubuh tidak akan turun," katanya.

Selain itu menyusui memiliki manfaat lain terutama bagi bayi, karena terbukti bayi yang diberikan ASI eksklusif sejak lahir, akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih dibandingkan dengan bayi yang hanya meminum susu formula.

Sunat Ala Yahudi

 Sunat ala Yahudi Sebabkan Penyakit dan Kematian




Hidayatullah.com—Ritual sunat ala Yahudi, di mana tukang sunat menghisap darah dari kemaluan anak yang baru lahir, telah menyebabkan setidaknya 11 kasus herpes dan 2 anak meninggal dunia dalam 10 tahun terakhir, kata otoritas kesehatan Amerika Serikat, Kamis (7/6/2012), sebagaimana dilansir AFP.
Kasus infeksi herpes simplex virus (HSV-1) itu semuanya terdokumentasi di kota New York dari tahun 2000 sampai 2011, dan beberapa di antaranya terjadi di lingkungan tempat tinggal yang sama, tulis laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
“Hisapan lewat mulut pada luka terbuka beresiko menularkan HSV-1 dan bibit-bibit penyakit lain kepada bayi dan itu tidak aman,” tulis laporan mingguan CDC tentang morbiditas dan mortalitas.
“Sunat adalah prosedur bedah berupa pemotongan kulit utuh, tehnik steril harus digunakan untuk meminimalisasi resiko infeksi,” imbuh laporan itu.
HSV-1 merupakan infeksi yang umum terjadi, sebagian pakar mengatakan menjangkiti 90 persen populasi. Biasanya menimbulkan semacam luka lecet pada bagian mulut, atau bisa juga menimbulkan herpes pada alat kelamin. Obat penyakit ini belum ada.
Pada bayi, infeksi HSV-1 dapat menyebabkan kematian atau cacat permanen.

Video Game Bikin Lambat

Video Game Hanya Bikin Anak Lambat Membaca


Hidayatullah.com—Apakah Anda termasuk salah satu orangtua yang suka memberi kesempatan anak terbiasa main video game? Sebaiknya Anda berpikir ulang.  Temuan terbaru menunjukkan mainan digital tersebut dapat mengganggu perkembangan akademis mereka. Sehingga, mereka jadi lambat membaca dan menulis.

Video game tak sepenuhnya jahat. Tapi orangtua harus tetap memantau penggunaan video game agar tak berlebihan. Jadi, orangtua tak harus menyingkirkan berbagai jenis vide game seperti Playstation.

Sebuah penelitian yang dilakukan Robert Weis, psikolog di Denison University di Ohio, memantau efek bermain video game pada kemampuan belajar anak laki-laki. Mereka tak melibatkan anak-anak perempuan karena tak bermain video layaknya bocah laki-laki.

BADAI MATAHARI

 BADAI MATAHARI MEMUNCULKAN AURORA BOREALIS



Hidayatullah.com—Bumi sedang terpapar badai matahari terkuat sejak 2005, yang mengeluarkan partikel berenergi tinggi.
Badai tersebut dapat mengganggu kinerja satelit dan jalur penerbangan. Maskapai penerbangan Amerika Serikat, Delta, dilaporkan telah mengalihkan penerbangannya antara Asia dan Detroit, AS, yang melewati rute di sekitar daerah kutub utara.
Selain mengganggu jalur komunikasi satelit dan penerbangan, bagai geomagnetik itu juga dapat memunculkan masalah bagi para astronot di luar angkasa. Namun meskipun demikian, enam Stasiun Ruang Angkasa Internasional yang mengorbit telah diberitahu bahwa mereka tidak perlu mengambil tindakan apapun.
Walau terdengar agak menyeramkan, bagai matahari sesungguhnya memunculkan pemandangan indah di kutub utara dengan munculnya fenomena alam Aurora Borealis atau cahaya di kutub utara, dengan arah penampakan yang lebih ke selatan dari biasanya.
Euronews melaporkan, (25/01/2012) para ahli berpendapat bahwa jika langit cerah, maka kemungkinanan orang dapat melihat fenomena alam Aurora Borealis yang sangat indah itu dari London.*

Red: Dija

Setitis Ikhtiar Berharap HIdayah



SETETES IKHTIAR BERHARAP HIDAYAH
 ABU HAFIZH AL BUKHARI

Firman Allah :
أَفَمَن زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَناً فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي مَن يَشَاءُ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ ﴿٨﴾
Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS. Faathir : 8)
لَّيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَـكِنَّ اللّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ وَمَا تُنفِقُواْ مِنْ خَيْرٍ فَلأنفُسِكُمْ وَمَا تُنفِقُونَ إِلاَّ ابْتِغَاء وَجْهِ اللّهِ وَمَا تُنفِقُواْ مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ ﴿٢٧٢﴾
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS. AL Baqarah : 272)
Sebagai seorang hamba tugas kita hanyalah berdo’a dan berikhtiar optimal hingga akhirnya berujung tawakal dan sabar dalam mengusahakan sesuatu. Terkadang segala daya dan upaya telah dilakukan namun hasil yang diharapkan jauh dari apa yang telah dicanangkan. Kenapa hal itu bisa terjadi? Banyak hal yang bisa dipetik dan dievaluasi dari setiap aktivitas yang kita lalui. Yang pasti ada hikmah yang bisa diperoleh dan dinikmati. Karenanya tidak perlu kecewa dan berputus asa. Hanyalah orang-orang kafirlah yang berputus asa dari rahmat Allah. Bisa jadi sesuatu yang kita harapkan belum tentu yang terbaik menurut kalkulasi Allah. Dan boleh jadi sesuatu yang kita benci ternyata berasa manis  dikemudian hari. Sebagaimana firman Allah :
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ ﴿٢١٦﴾
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah : 216)
Yah … Allah yang Maha Tahu sedangkan kita tidak tahu menahu akan hal-hal yang belum terjadi. Dan karena sesungguhnya Allah memberikan sesuatu yang kita butuhkan dan bukan keinginan kita yang terkadang kita minta tanpa mengetahui ilmunya. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyesuaikan keinginan kita agar sesuai dengan keinginan Allah yang telah digariskan dalam aturannnya.
Begitu pula halnya dalam mendidik anak. Kita harus sadar bahwasanya hidayah Allah bukanlah hak mutlak kita. Dia adalah karunia dan pemberian Allah semata. Allah menunjuki siapa saja yang dikehendaki dan menyesatkan siapa yang dikehendakiNya.
Jikalau Rasulullah sebagai hamba pilihan yang paling bertaqwa tak mampu memberi hidayah kepada paman beliau tercinta lalu bagaimana pula kita? Allah berfirman kepada Nabi-Nya :
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ﴿٥٦﴾
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (QS. Al Qashash : 56)
Sehingga karena sayangnya beliau dengan pamannya yang meninggal dalam kemusyrikan, Rasulullah bermohon ampunan untuknya kepada Allah dan Allah pun menegurnya dengan keras. Sebagaimana yang telah difirmankan :
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُواْ أُوْلِي قُرْبَى مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ ﴿١١٣﴾
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahannam. (QS. At Taubah : 113)
Teringat pula kisah-kisah nabi-nabi terdahulu terhadap orang-orang terdekatnya seperti ayah, Istri ataupun anak-anak mereka yang tidak mengindahkan seruan mereka. Seperti nabi Nuh AS dengan istri dan anaknya. Begitu pula Nabi Luth As yang tak jauh beda episodenya dengan nabi Nuh As. Khalilullah nabi Ibrahim As dengan ayahnya sang pembuat patung. Karena begitu besarnya cinta mereka kepada keluarganya, para nabi Allah masih mendoakan kebaikan dan keselamatan kepada keluarga mereka disaat azab meluluh lantakkan mereka karena keingkaran mereka terhadap seruan Allah. Sebagaimana yang dilakukan nabi Nuh As. Hingga Allah menegurnya dengan teguran yang keras. Sebagaimana hal ini di abadikan apik oleh Allah dalam Al Quran :
وَنَادَى نُوحٌ رَّبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابُنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ ﴿٤٥﴾ قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلاَ تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنِّي أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ ﴿٤٦﴾
Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku, termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya." Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat) nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." (QS. Huud : 45-46)
Setelah teguran yang keras itu disampaikan, kemudian nabi Nuh As tertunduk meminta ampun kepada Allah atas ketidaktahuannya sembari berkata :
قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَإِلاَّ تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِينَ ﴿٤٧﴾

Berita Gembira Berbahagialah !



BERITA GEMBIRA DARI LANGIT
BERBAHAGIALAH … !!!
ABU HAFIZH AL BUKHARI


Allah berfirman :

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ ﴿١٨٥﴾

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran : 185)

Ribuan langkah kaki telah terjejah, jutaan peluh telah bercucuran dan iringan doa dan ikhtiar telah dilakukan. Tapi ingatlah … manusia mempunyai batas yang tidak dapat di tembus siapapun bila ia telah datang menyapa. Ya … itulah kematian. Suatu misteri pasti, yang akan dialami setiap anak Adam dengan episode akhir yang telah dirancangnya sendiri. Itulah pemutus segala asa yang terbumbung tinggi. Pemisah antara si mati dengan segala yang dicinta. Pantaslah Rasulullah berkata ‘Orang yang paling cerdas adalah orang yang sering mengingat kematian’. Karena ketika ia terus mengingat kematian, disaat itu keimanan meningkat dan ikhtiar taat terus dioptimalkan.

Disaat hal itu datang menyapa kita, akan ada isakan tangis dan rasa kehilangan bagi orang-orang yang kita tinggalkan, meski mungkin tertahan di dalam dada. Tetesan air akan keluar dari mata yang memerah akibat kesedihan yang mendalam, dikarenakan begitu besar cintanya pada kita. Tetapi sebesar apapun cinta mereka kepada kita, tetap saja tiada seorang pun yang bersedia menemani kita dalam kesunyian dan kegelapan di alam kubur. Maka saat itu, segala bentuk penghargaan, status sosial, penghormatan, harta benda tak lagi bermanfaat. Saat itu, Kiroman Katibin menyelesaikan tugasnya mendampingi kita. Catatan ditutup, segala waktu beramal shalih sirna, pupus dan semua amal kita terputus.

Masya Allah, alangkah malangnya diri bila tiada kebaikan yang menyertai kita. Alangkah menderitanya diri bila dalam kondisi demikian. Terngiang dalam ingatan ayat-ayat yang mengabarkan betapa susahnya orang-orang yang tiada amal, meraung-raung, menundukkan kepala, menyesal sembari berharap kepada Allah dengan harapan kosong yang tiada mungkin terkabulkan, agar kiranya dikembalikan ke dunia walau hanya sesaat untuk beramal shaleh. Sebagaimana Allah gambarkan dalam firmannya :

وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُؤُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحاً إِنَّا مُوقِنُونَ ﴿١٢﴾

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin". (QS. As Sajdah : 32)


وَأَنذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُواْ رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ أَوَلَمْ تَكُونُواْ أَقْسَمْتُم مِّن قَبْلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٍ ﴿٤٤﴾

Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul. (Kepada mereka dikatakan): "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?, (QS. Ibrahim : 44)

Berkenaan dengan persoalan waktu untuk beramal shaleh, Imam Hasan Al Bashri Ra. Pernah berkata “Demi Allah, apabila orang yang telah dikebumikan itu ditanya, ‘Inilah dunia beserta semua isinya dari awal hingga akhirnya, yang bisa engkau gunakan untuk anak cucu anda setelah kematian anda, agar mereka dapat berfoya-foya, padahal sebelumnya engkau adalah orang yang tak punya, yang engkau miliki hanyalah mereka; dan ini masa ( 1 hari/1 jam) yang anda tinggalkan dan tidak anda gunakan untuk beramal untuk diri anda; mana yang akan anda pilih? Tentu ia akan memilih masa tersebut. Walaupun tawaran terus ditingkatkan berkali-kali lipat. Maka kritiklah hari-harimu untuk kemaslahatanmu, cermati meski hanya satu jam dan hormatilah meski hanya satu kata; waspadailah kehinaan yang datang di akhir kehidupanmu. Janganlah anda merasa aman untuk tidak dihujjah oleh ucapanmu sendiri. (Hilyatul Auliya’ 2/139)

La Tahzan. Janganlah bersedih wahai jiwa-jiwa yang tenang, masih ada secerca harapan yang bisa kita harapkan. Wahai orang tua yang shalih dan shalihah, yang berikhtiar sekuat tenaga membina generasi yang dicintainya hingga tumbuh menjadi hamba Allah yang shalih. Orang tua yang telah bersusah payah menanamkan ‘softwere’ ketaatan didalam memori sang buah hati, menggoreskan warna ilmu dan iman kedalam sanubari anaknya.

Berbahagialah ….!!!

Karena jerih payah lagi berpeluh yang telah diusahakan ternyata membuahkan hasil dengan adanya kebaikan (pahala) yang terus mengalir kepada orang tuanya meskipun tubuh telah hacur melebur di dalam kubur. Rasulullah bersabda :

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa'at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya (HR. Muttafaqun Alaih)

Berbahagialah ….!!!

Bahwa untaian doa yang mereka lantunkan sebagai permohonan ampun kepada Allah untuk orang tua akan mengangkat derajat orang tuanya disisi Allah.

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ أَبِي النَّجُودِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَنَّى لِي هَذِهِ فَيَقُولُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

Telah menceritakan kepada kami Yazid, dia berkata; telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari 'Ashim bin Abu An Nujud dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah 'azza wajalla akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga, hamba itu kemudian berkata; 'Wahai Rabb, dari mana semua ini? ' maka Allah berfirman; 'Dari istighfar anakmu.'" (HR. Ahmad (10890))

Berbahagialah …. !!!

Lantunan Quran yang telah kita ajarkan kepada mereka hingga mereka menjadi seorang hafizh Quran akan menolong kita. Hadir memberikan kita pakaian kebesaran dan mahkota kehormatan bagi kita para orang tua.


Berbahagialah … !!!

Ketika anak kita tumbuh dalam naungan iman dan Islam, bergerak, beramal dan bertindak sesuai dengan keridhaan Allah. Semua itulah yang akan menghantarkan kita kepada derajat kemuliaan. Amalan shaleh yang mereka lakukan akan terus mengalir kepada para orang tua yang telah menunjukinya kepada kebaikan. Bukankah Rasulullah telah bersabda :

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Barang siapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HR. Muslim)

Berbahagialah akan firman Allah :

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالمَلاَئِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ ﴿٢٣﴾

(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (QS. Ar-Ra’du :23)

Perhatikanlah bagaimana sayangnya Allah kepada kita. Jauh-jauh waktu sebelum kita diciptakan, Allah telah sediakan surga yang penuh kenikmatan bagi orang-orang yang dikasihiNya. Kenikmatan yang tiada berujung. Kenikmatan diatas kenikmatan bagi orang-orang yang telah berinvestasi kebaikan selama didunia hingga ia rela ‘berpuasa’ menahan segala keinginan yang menggiurkan syahwat. Karena dia sadar dan faham dunia bukanlah tempat kediaman yang sebenarnya. Karena dunia adalah penjara yang ada baginya dan diakhirat kelaklah kenikmatan hidup yang kekal nan abadi.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Dunia penjara orang mu`min dan surga orang kafir." (HR. Muslim)

Kenikmatan yang akan disempurnakan dengan melihat wajah Allah di Jannah kelak. Oleh karena itu beramal shalehlah dan jangan menyekutukan Allah dengan yang lain. Insya Allah kita termasuk kedalamnya.

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاء رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً ﴿١١٠﴾

Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (QS. Al Kahfi : 110)


حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبْجَرَ عَنْ ثُوَيْرِ بْنِ أَبِي فَاخِتَةَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً لَيَنْظُرُ فِي مُلْكِ أَلْفَيْ سَنَةٍ يَرَى أَقْصَاهُ كَمَا يَرَى أَدْنَاهُ يَنْظُرُ فِي أَزْوَاجِهِ وَخَدَمِهِ وَإِنَّ أَفْضَلَهُمْ مَنْزِلَةً لَيَنْظُرُ فِي وَجْهِ اللَّهِ تَعَالَى كُلَّ يَوْمٍ مَرَّتَيْنِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Abjar dari Tsuwair bin Abu Fakhitah dari Ibnu Umar ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya penghuni surga yang paling rendah derajatnya, ia akan melihat dalam sebuah istana selama dua ribu tahun. Ia melihat bagian paling ujungnya sebagaimana ia melihat bagian paling dekatnya, ia juga akan melihat para isteri dan pembantunya. Dan sesungguhnya penghuni surga yang paling mulia derajatnya akan melihat wajah Allah Ta'ala setiap hari sebanyak dua kali." (HR. Ahmad)


Sabtu, 09 Juni 2012

Bekal Kesuksesan Bagi Orang Tua



BEKAL KESUKSESAN BAGI ORANG TUA
 ABU HAFIZH AL BUKHARI

Siapapun orangnya, saya, anda dan kita semua pasti punya harapan yang sama. Satu frekuensi dan gelombang untuk memilih saluran yang sama akan sebuah keinginan untuk memiliki anak yang sholih. Termasuk seorang penjahat, pencuri, pezina dan lain sebagainya. Ketika ditanya hal ini, dari hati kecil yang terdalam mereka akan berkata “ kami tidak ingin punya keturunan/anak yang bertingkah seperti kami”. Yah … itulah fitrah. Fitrah ilahiyah yang allah titipkan pada tiap jiwa manusia. Kecenderungan untuk menapaki kebaikan. Namun terkadang seiring berjalannya waktu, kesucian tersebut terwarnai dengan noda-noda hitam yang akhirnya menghijabi diri untuk tetap lurus pada kebenaran. Sebagaimana Roin yang digambarkan Allah Swt:
إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ ﴿١٣﴾ كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ ﴿١٤﴾
Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu". Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. (QS. Al Muthaffifiin : 13 – 14)
Fitrah untuk memiliki anak-anak yang mampu berbakti kepada kedua orang tua. Terlebih lagi disaat hari-hari tua telah menyapa, dimana kasih sayang  seorang anak yang shalehlah yang sangat diharapkan oleh kedua orang tuanya.
Namun sadarkah kita?
Memiliki anak yang shaleh ternyata membutuhkan bekal yang harus dimiliki oleh kedua orang tua. Ketakwaan dan keshalehan akan mutlak menjadi bekal utama untuk memperolehnya. Sungguh sangat riskan, bila berharap buah hati yang dicintai tumbuh menjadi sosok yang shalih dan bertaqwa, sementara kedua orang tuanya masih gemar dan asyik didalam kemaksiatan dan kelalaian. Naudzubillah.